Tentang Malam

Seperti menanti mentari terbenam Seperti menikmati mentari sirna di kala senja Aku belajar menikmati malam Kudekap malam bagai bintang terang datang Kupeluk malam bagai ku rasakan hangat mentari Lalu aku berkawan dengan malam Kucoba melukis malam dengan tinta emas dihadapan Untuk menghapus kesedihan kala mentari tenggelam di waktu petang Betapa aku menikmati malam Betapa aku menghayati indahnya malam Betapa malam kian bersemayam di lubuk hati yang terdalam Muhammad Rizqi Depok.

Blogger Depok, Blogger Terkenal, Blogger Inspiratif, Blogger Indonesia 2018, Blogger Indo, Blog Gita Savitri, Blog Militer, Blog Pidi Baiq, Blog Motor, Blog Islami, Blog Tentang Hijrah, Blog Terbaik, Blog Traveler, Blog Terpopuler, Blog Raditya Dika, Blog Abdul Somad, Ustadz Evie Effendi, Ustadz Abdul Somad, Hijrah, Hijrah Cinta, Hijrah Itu Apa, 2019 Ganti Presiden

Setelah Hibernasi

Assalamu’alaikum Alhamdulillah, akhirnya kita dipertemukan kembali pada bulan Ramadhan di tahun 1439 H atau 2018 Masehi. Cukup lama sekali saya hibernasi dari dunia tulis menulis, bahkan postingan blog ini saja sudah jarang di-update. Usang juga deh lama-lama blog ini, dan kini sudah mulai berdebu hehe. Di Ramadhan kali ini saya coba untuk bangkit kembali dari hibernasi yang cukup lama ini, dan mulai membersihkan butiran debu yang menempel di sisi blog

Puisikata - shambustory.com

Perjalanan

Berjalan dengan penuh hampa Kutemukan cahaya Kutemukan lentera Kutemukan surga Kutemukan cinta Perlahan ia sirna Menghilang seketika Terseka oleh rintik hujan Terhempas oleh angin malam Tersapu oleh tebalnya kabut Sore menjadi tanda Senyum hanya kamuflase belaka Bahagaia hanya fatamorgana Kemenangan bukan menjadi akhirnya Kekalahan mesti menjadi awal mulanya Malam kian bercahaya Cahaya terang dengan berjuta asa Terdiam ku diantaranya Tiada kata terucap didalamnya Hanya memori yang melayang di kepala Muhammad

"KAU" Puisi Muhammad Rizqi www.shambustory.com

KAU

Seperti yang lalu, kini aku dihadapkan dengan rasa penasaran yang sama Pada akhirnya intuisilah yang bisa menuntunku untuk dapat berkata ya atau tidak Kau bagaikan Petrus, begitu misterus Kau bagaikan kuis, sulit ditebak Kau bagaikan hari esok, sulit diterka Kau bagaikan mata pelajaran yang sulit, selalu membuatku bertanya Bertanya akan ada dan tiadanya dirimu kini Muhammad Rizqi Depok, 1 Juni 2017