Setelah Hibernasi

Blogger Depok, Blogger Terkenal, Blogger Inspiratif, Blogger Indonesia 2018, Blogger Indo, Blog Gita Savitri, Blog Militer, Blog Pidi Baiq, Blog Motor, Blog Islami, Blog Tentang Hijrah, Blog Terbaik, Blog Traveler, Blog Terpopuler, Blog Raditya Dika, Blog Abdul Somad, Ustadz Evie Effendi, Ustadz Abdul Somad, Hijrah, Hijrah Cinta, Hijrah Itu Apa, 2019 Ganti Presiden

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah, akhirnya kita dipertemukan kembali pada bulan Ramadhan di tahun 1439 H atau 2018 Masehi.

Cukup lama sekali saya hibernasi dari dunia tulis menulis, bahkan postingan blog ini saja sudah jarang di-update. Usang juga deh lama-lama blog ini, dan kini sudah mulai berdebu hehe.

Di Ramadhan kali ini saya coba untuk bangkit kembali dari hibernasi yang cukup lama ini, dan mulai membersihkan butiran debu yang menempel di sisi blog yang mungkin sudah hampir usang dimakan usia ini.

Waktu serasa begitu cepat berlalu. Ramadhan 2017 yang sepertinya belum lama kita lewati, sekarang mesti tergantikan dengan Ramadhan 2018.

Masya Allah nih ya, ngeri-ngeri sedap begini jikalau berbicara soal waktu, karena tiap waktu yang kita lewatkan dan pergunakan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Lalu Ramdhan tiba. Ia seakan menjadi momen kebangkitan bagi kita semua. Terutama dalam hal ibadah, keimanan dan ketakwaan kepada Allah serta hal produktif lainnya.

Singkat cerita setelah hibernasi yang cukup panjang ini, saya akan coba kembali untuk membiasakan diri menulis lebih intens dan lebih serius lagi ketimbang pada medio beberapa waktu belakangan dimana waktu dan kesibukan menjadi alasan utama bagi saya untuk malas bergerak dan malas menulis.

Oh betapa saya termasuk dalam bagian orang yang merugi karena begitu banyak waktu yang saya sia-siakan sehingga blog ini pun harus menjadi korban keganasan diri dari hawa nafsu berupa ‘kemalasan’.

Padahal lapar dan dahaga saja bisa terlewati dengan baik, tetapi giliran masalah produktivitas di dunia tulis menulis kok ya malah jadi kendor begini, uhlala.

Rasanya lama-lama kalimat saya sudah mulai melantur tidak jelas kemana arahnya nih. Padahal sebetulnya saya hanya ingin mulai pemanasan dan kembali membiasakan diri lagi untuk mulai menulis dan juga meluangkan waktu untuk hal ini.

Baklah, tulisan ini akan saya tutup dengan puisi yang saya tulis dadakan sambil mengakhiri narasi ini:

Mati suri aku..

Kemudian bangkit lagi,

Mati lagi

Lalu hidup kembali

 

Padahal aku bebas berlari

Tapi seakan aku berada dalam jeruji

Mengharapkan kehidupan abadi

Tetapi mati ternyata lebih pasti

 

Ya kiranya puisi tak berjudul ini cukup bisa menggambarkan gelombang kehidupan saya dalam mengarungi dan menyelami dunia sastra khusunya di bidang kepenulisan.

Semoga Ramadhan ini benar-benar bisa menjadi momen kebangkitan dan buka malah membuat perkara kemunduran dalam berproduktivitas, Insha Allah

Wassalamu’alaikum

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *