Aku Yang Rindu Menulis

Satu kata yang amat ku rindu ialah ‘menulis.’ Dulu ku awali kegiatan blogging atau dunia per-blogger-an ini adalah dengan menulis. Kalau dulu aku masih leluasa dalam meluangkan waktu / memiliki waktu luang yang lebih untuk menulis.

Semenjak separuh waktu ku banyak kuhabiskan di hadapan meja kerja alias bekerja, intesitas menulisku menjadi tak selapang, seleluasa, sebebas dan semerdeka dulu. Sebelum aku full time bekerja kantoran, aku seperti memiliki pemikiran serta ide yang sangat bebas dan luas.

Ditambah lagi ketika aku sedang buntu ide, aku selalu meluangkan waktu untuk keluar rumah hanya untuk berkeliling di sekitaran Depok atau meluncur ke toko buku untuk sekedar mencari inspirasi ataupun sebagai stimulan dalam berkarya ketika saat itu aku masih sangat memiliki waktu yang cukup lapang karena belum terikat dengan kerja kantoran.

shambu journey www.shambustory.com
Blog www.shambustory.com

Pada akhirnya karena alasan kesibukan inilah yang menjadikan kegiatan menulis yang dulu bisa aku lakukan dengan waktu yang bebas, kini menjadi jarang ku lakukan. Jangan heran ya bila melihat tulisan yang aku tulis beberapa waktu yang lalu di blog shambustory.com ini masih bertengger di posisi atas blog.

TUNTUTAN PEKERJAAN

Sebetulnya di tempat aku bekerja, dunia tulis menulis bukanlah suatu hal yang asing lagi, karena memang salah satu pekerjaannya adalah menghasilkan / menulis artikel. Tapi karena pekerjaan saya disana bukanlah penulis, maka jarang sekali aku bersinggungan dengan hal tulis menulis. Oleh karena aku sedang fokus pada pekerjaan, akhirnya aku memilih mengalah pada kegiatan menulis ku ini.

Walaupun sebetulnya disela-sela pekerjaan aku masih bisa menulis walau hanya sedikit sehingga bisa mengisi kekosongan blog ini, tapi entah kenapa ide itu tak mengalir derasnya seperti ketika aku belum banyak mengabiskan waktu di hadapan meja kerja dengan ritme yang setiap harinya hampir sama dan cenderung mengulang ini.

Padahal niatan untuk menulis dengan sedikit ide itu ada, banyak pula opini maupun pemikiran yang ingin aku sampaikan, tapi apalah daya karena ujung-ujungnya aku lebih banyak buntu atau mentoknya, akhirnya beberapa tulisan yang aku buat belakangan ini masih berupa draft kasar saja dan malah tak kunjung selesai, hmmm.

Baca Juga: Karni Ilyas Lahir Untuk Berita

BANGKIT LAGI

Bisa dibilang ini adalah momen yang terpuruk bagi ku ketika saat ini aku jarang sekali menulis sehingga di tengah-tengah rutinitas dan aktivitas yang begitu padat ini, bagaimana caranya aku mesti bangkit kembali untuk tetap bisa survive dan rajin menulis lagi walau mesti bertabrakan dengan waktu.

Besar harapanku untuk tetap dapat konsisten dan Istiqomah dalam menulis dan blogging demi mewujudkan mimpi besarku untuk menjadi seorang penulis yang bermanfaat, Insya Allah. Terlebih memang semuanya ku awali dari belajar menulis untuk yang dipublikasi di karena dulu aku ingin mengikuti jejak Raditya Dika yang sukses sebagai blogger.

Semoga di penghujung tahun 2016 dan di tahun baru masehi 2017 nanti aku bisa lebih produktif lagi dalam berkarya khususnya karya tulis dan blog serta tak lupa juga lebih produktif dalam pekerjaan. Semoga blog yang mengusung taglineshambu journey” di 2017 nanti bisa semakin mengudara dan semoga mimpi besar menjadi penulis bermanfaat bisa terwujud, Insya Allah, Amin.

Adakah komentar, saran dan kritik teman-teman untuk blog shambustory.com? Sampaikan di kolom komentar atau via email ya, terimakasih.

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.