Tips & Rute Perjalanan Floating Market

Assalamu’alaikum, selamat malam sahabat pembaca dan pengunjung yang tidak setia..

Bagaimana setelah membaca tulisan / postingan saya sebelumnya yang panjang lebar tentang Wisata Floating Market, apakah kamu penasaran dan tertarik untuk berkunjung dan berwisata ke sana? Semoga saja tulisan saya tersebut bisa menjadi daya tarik kamu untuk berwisata ke sana dengan tak lupa untuk mengajak saya barengan sama kamu gratis ke sana, eh #ngarep..

Dua kali berkunjung ke sana cukup memberikan pengalaman hidup yang sangat berharga buat saya karena momen yang baik berhasil saya dapatkan dan saya lewati dengan menikmati keindahan alam dan lingkungan sekitar Floating Market yang begitu eksotis. Nah, dalam tulisan saya kali ini saya berbagi sedikit tips tentang Wisata Floating Market dan saya juga berbagi mengenai rute dan akses perjalanan menuju ke sana, siapa tahu tips yang saya share ini bisa bermanfaat saat kamu hendak berwisata ke sana, hehe 😛

Sudahi basa-basi dan saatnya kita simak tips berikut…

Tips pertama adalah…

Buat kamu yang malas dengan kondisi keramaian dan lebih suka dengan kondisi yang tenang dan sepi, ada baiknya kamu mencoba berkunjung ke Floating Market di luar hari libur atau hari biasa karena kalau hari libur bisa dipastikan tempat wisata ini pasti akan ramai sekali dipadati wisatawan. Dan saya sudah membuktikan hal tersebut ketika saya berkunjung ke sana sewaktu hari libur panjang, tempatnya benar – benar ramai. Kalau kamu berkunjung di hari biasa mungkin kamu akan merasakan suasana dan nuansa yang berbeda karena Floating Market sedang tidak dipadati pengunjung. So, kalau mau puas menikmati suasana yang indah di sana dengan tenang dan bahkan mungkin sepi, berkunjunglah di luar hari libur 🙂

Tips kedua adalah…

Bagi backpacker perihal keuangan biasanya selalu menjadi masalah. Kadang kita ini (backpacker) kan tidak mempersiapkan uang yang lebih saat sedang bepergian atau sedang melakukan perjalanan dan terkadang pula kondisi keuangan kita sedang pas – pasan saat sedang dalam perjalanan tersebut. Biasanya kita menyiasati hal keuangan dengan cara berhemat, ketika kita membeli sesuatu seperti makanan misalnya, pasti kita akan membeli makanan dengan harga yang relatif murah dan sesuai dengan kantong karena uang kita yang pas – pasan tadi.

Berhubung harga makanan yang dijual di dalam Floating Market berkisar antara 20 ribu-an ke atas kalau tidak salah dengan porsi yang bisa dibilang yah tidak seberapa lah. Jadi terkadang hal ini menjadi dilematis sekali khususnya bagi backpacker yang sedang dalam kondisi pas – pasan yang kebetulan sedang dilanda rasa lapar yang membuat hati gundah gulana, hahaha…

Wisata Floating Market Bandung
Sate kelinci di Floating Market Bandung

Solusi awal pasti kita mau nggak mau beli makanan di dalam dong ketika kita membawa uang yang lebih. Tapi kalau uang kita pas – pas-an bagaimana tuh? Mungkin yang bisa kamu lakukan adalah dengan menunda rasa lapar kamu sejenak, baru setelah kamu keluar dari lokasi ini kamu bisa mencari makanan yang harganya relatif lebih murah.

Atau kamu mau meniru apa yang saya lakukan juga boleh, eh boleh nggak yaa… Hmm.. Hahaha… Jadi waktu itu saya beli makanan di luar kalau nggak salah sih beli batagor terus saya bungkus di taruh di dalam tas buat makan di dalam pasar apung kalau sudah lapar. Saat masuk ke lokasi tas yang kita bawa memang nggak diperiksa dan ketika mulai lapar saya mulai cari spot yang agak sepi buat makan secara terselubung dan saya sama sekali nggak belanja makanan di dalam, hahahaha… Dan hal ini saya lakukan waktu saya lagi backpacker-an sama teman saya, hahaha.. Siapa tahu kamu males jajan di dalam, monggo di coba hal terselubung yang saya lakukan ini, wkwkwkwk..

Tips ketiga adalah…

Hmmm, tips ketiga apa yaa? hastag mikir…

Karena tempat wisata ini menyuguhkan suasana yang cukup eksotis seperti saya ini, maka jangan sampai lupa ya sama yang namanya kamera. Mau kamera dari gadget kek atau apapun jenis kameranya yang penting jangan lupa untuk membawanya karena sayang sekali kalau sampai kamu ketinggalan momen menarik di tempat wisata yang bikin kamu selalu ingin balik lagi ke sini.

Makannya, waktu itu sebisa mungkin saya mengabadikan momen menarik di sana walau itu kebanyakan hanya menggunakan kamera ponsel saja. Foto hasil jepretan saya di Floating Market bisa dilihat pada tulisan saya yang sebelumnya 🙂

Tips keempat adalah…

Ada baiknya kamu tekan tombol stop di pemutar musik / music player kamu dan segera kamu copot atribut headphone atau headset yang kamu kenakan supaya kamu bisa lebih menikmati kunjungan / wisata kamu di Floating Market dengan penuh penghayatan atau penuh penjiwaan.

Agak berlebihan si memang kalau sudah bicara mengenai penghayatan, tapi ya itulah yang saya rasakan ketika saya mencoba menikmati Floating Market tanpa embel – embel suara musik yang keluar dari headset, seketika muncul rasa damai di dalam diri.

FM_SP

Tips ke…

Ke berapa yaa? Harusnya sih tips ke lima, tapiii, tapiii.. Saya sudah kehabisan ide nih untuk menulis tips.. Oke lah saatnya kita berlanjut ke bahasan berikutnya..

Yap, beberapa tips sudah saya share di atas, lalu bagaimana dengan rute / akses perjalanan menuju ke Floating Market? Well, buat kamu yang kepo dan memang belum tahu tentang rute / akses menuju ke sana silahkan bisa kamu simak dan kamu resapi baik – baik sedikit ulasan saya tentang akses menuju Floating Market supaya kamu bisa tetap berada di jalan yang benar, hehehe..

Floating Market itu letaknya dimana sih? Mungkin buat kamu yang bersomisili di luar Bandung seperti saya pasti bakalan bertanya – tanya dimanakah letaknya dan untuk menjawab pertanyaan umum tentang letak tempat wisata ini berada kamu bisa lihat peta lokasi Floating Market di Google Maps berikut ini:

Bahkan saya juga sempat menyinggung masalah lokasi Floating Market dalam tulisan saya sebelumnya walaupun tidak begitu spesifik saya singgung. Bagi warga Bandung akses jalan menuju lokasi mungkin sudah paham diluar kepala dan juga sudah dikuasai, tapi menjadi hal lain bagi para wisatawan yang mungkin akan berkunjung ke Floating Market.

Untuk dapat menuju ke Floating Market kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Nah, saya akan coba jabarkan tentang rute perjalanan dengan menggunakan kedua jenis kendaraan tersebut. Berhubung saya berdomisili di Depok / Jakarta, maka saya akan menjabarkan rute perjalanan dari arah Jakarta. Jadi untuk kamu yang bukan berdomisili di Jakarta atau bukan berangkat dari arah Jakarta silahkan cari referensi lain tentang rute ini. Dan berikut ini penjabarannya:

Kendaraan Pribadi

Untuk perjalanan dari Jakarta ke Bandung saya kira sudah tidak perlu saya jelaskan lagi dan saya anggap kamu sudah mengerti rutenya. Perjalanan Jakarta – Bandung normalnya bisa memakan waktu sekitar 2 jam-an jika menggunakan mobil karena jalan yang kita lewati sampai Bandung adalah jalan tol, maka perjalanan Jakarta – Bandung kini dapat di tempuh dalam waktu yang relatif singkat tidak seperti waktu masih belum ada jalan tol Cikampek – Purwakarta – Padalarang (Cipularang), jarak Jakarta – Bandung bisa ditempuh dalam waktu antara 4 – 5 jam.

Jika kamu sudah sampai di kota Bandung, biasanya jika kamu menggunakan mobil kamu akan keluar di gerbang tol Pasteur kamu bisa mengarahkan kendaraan kamu menuju Jl. Dr. Setiabudhi, bisa melewati arah Gegerkalong atau juga bisa melewati daerah Sukajadi. Setelah sampai di Jl. Dr. Setiabudhi arahkan laju kendaraan menuju arah Lembang, lalu silahkan kamu menuju Jl. Grand Hotel dan kamu akan menemukan lokasi Floating Market. Kalau masih agak bingung dengan penjabaran saya, ya maklum lah saya sudah buka orang Bandung lagi, hahaha, silahkan lihat petunjuk arah Google Maps dari arah Pasteur menuju Floating Market:

Kendaraan Umum

Untuk kamu yang berangkat dari Jakarta dengan menggunakan kendaraan umum, kamu bisa gunakan bus, travel ataupun kereta api untuk dapat menuju Bandung. Jika kamu menggunakan bus kamu bisa naik bis patas atau bis dengan kelas bisnis dari Pasar Rebo atau Kampung Rambutan dengan jurusan Jakarta – Bandung. Tapi saya sarankan sih kalau mau naik bis naik dari Pasar Rebo aja soalnya kalau dari terminal Kampung Rambutan kadang ngetemnya suka lama dan kalau di Pasar Rebo ngetemnya nggak selama di terminal walau di Pasar Rebo sendiri hanyalah terminal bayangan.

Tarif bus sendiri waktu saya ke Bandung Januari lalu untuk bus patas AC tarifnya berkisar antara 50 ribu-an dan kalau waktu pulang ke Jakarta saya naik bus MGI dengan kelas eksekutif dengan tarif Rp.70.000,-. Mungkin kalau harga sekarang sudah berubah kali ya karena harga BBM yang naik turun beberapa waktu terakhir ini.

Sewaktu kamu mau naik bis Jakarta -Bandung kamu bilang sama kernetnya turun di terminal bus Leuwi Panjang supaya jarak ke Lembangnya nggak begitu jauh, soalnya mungkin ada juga bus yang turun di terminal bus Cicaheum, nanti malah kejauhan ke Lembangnya.

Nah kalau waktu itu ternyata saya naik bis patas AC yang bukan tujuan akhirnya Garut kalau nggak salah jadi Bandung cuma ngelewat doang, padahal mah saya pengennya bisa turun di terminal Leuwi Panjang, akhirnya waktu sampai di Padalarang saya di suruh pindah ke bis lain yang nggak pake AC walau nggak mesti bayar lagi, tapi kenyamanan jadi sedikit berkurang deh, hmm..

Kalau kamu sudah sampai di Leuwi Panjang, kamu bisa naik angkot yang ke arah Stasiun Bandung atau ke arah Ledeng untuk kamu bisa lanjut ke angkot yang berikutnya ke arah Lembang. Untuk ke arah Ledeng sendiri butuh beberapa kali kamu berpindah angkot, tapi kalau kamu lagi beruntung kamu bisa naik bis Damri yang dengan sekali naik kamu sudah bisa sampai Ledeng. Kalau sudah sampai Ledeng atau Stasiun Bandung kamu bisa naik angkot yang agak besar yang berwarna cream dengan jurusan Stasiun Hall (Stasiun Bandung) – Lembang dan kalau sudah naik angkot itu kamu bilang sama supirnya turun di Floating Market.

Kamu yang naik kereta juga sama, dari Stasiun Bandung kamu tinggal naik angkot yang warna cream ke arah Lembang, dari sana kamu hanya tinggal sekali naik angkot sampai Lembang. Dan kalau kamu masih merasa bingung soal angkutan umum di Bandung kamu jangan sungkan untuk bertanya sama orang sana, karena saya ini sudah nggak tinggal di Bandung jadi saya nggak bisa menjabarkan secara detil soal angkutan umum ini. Saya juga waktu  ke Bandung banyak nanya, coba mengingat memori sewaktu masih tinggal di Bandung dan kadang mengandalkan feeling aja kok supaya nggak nyasar.

Saya kira cukup sekian aja ya ulasan saya tentang tips dan rute perjalanan Floating Market karena kalau boleh jujur sebenarnya otak saya udah mumet dan puyeng nulis segini banyak, hahaha tumben yah. Semoga tulisan saya yang nggak ada apa – apanya ini dibanding tulisan kalian yang nggak sengaja baca blog / tulisan / postingan ini bisa bermanfaat jika ingin berwisata ke Floating Market. Syukur – syukur kalau memang benar berguna, tulisan ini bisa dibantu untuk men-share-nya, hahaha..

Terimakasih dan salam pariwisata 🙂

Floating Market Lembang

Jl. Grand Hotel No. 33 E, Bandung Barat, West Java 40391, Indonesia Telepon: 022-2535898
Jam buka:
Week day: 09:00 – 17:00 WIB
Week End: 09:00 – 20:00 WIB

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Has one comment to “Tips & Rute Perjalanan Floating Market”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.