The Physical Release

Assalamu’alaikum.. Selamat malam sahabat..

Judul tulisan saya kali ini  adalah The Physical Release. Apa itu The Physical Release? Yuk simak ulasan saya berikut ini ya 🙂

The Physical Release sendiri adalah blog baru saya yang nantinya akan mengulas tentang koleksi rilisan fisik film dan musik yang saya miliki. Jadi saya bakalan banyak mempublikasikan galeri foto / arsip foto pribadi tentang koleksi rilisan fisik.

Nama The Physical Release sendiri diambil dari nama rilisan fisik yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Kenapa sih menggunakan nama dengan bahasa Inggris kok gak pakai bahasa Indonesia saja?

Walaupun saya ini nggak jago-jago banget dalam berbahasa Inggris, tapi jika saya menggunakan nama berbahasa Inggris, blog saya ini bisa terkesan universal, blog saya ini bisa untuk semua kalangan dari negara manapun jadi segmen pembacanya kemungkinan gak hanya dari pembaca lokal saja. Beda sekali kalau saya menggunakan nama berbahasa Indonesia, kemungkinan juga yang baca blog saya mayoritas adalah orang lokal Indonesia. Dan orang bule pun ketika nyari keyword yang berkaitan dengan blog saya Insya Allah bisa nongolnya blog saya di mesin pencari, hehe Amin 🙂

Ide awal pembuatan The Physical Release ini sendiri ketika itu saya lagi hunting kaset The Adams di Instagram dan saya menemukan salah satu akun IG yang beberapa album fotonya memamerkan / membagikan foto kaset fisik The Adams dan foto lain dari akun tersebut juga memamerkan rilisan fisik dari musisi lain. Karena saya niatnya pengen beli kasetnya kalau memang dijual, saya tanya ke mimin dari akun tersebut eh ternyata kata si miminnya kasetnya nggak dijual cuma koleksi dan dibuat dipajang di IG aja. Hmm, ternyata dia hanyalah kolektor rilisan fisik aja toh, abisnya nama akun IG nya tuh kayak semacam akun penjual kaset musik gitu deh, kalau gak salah sih nama akun IG nya tuh Rilisan Fisik siapa tahu kamu kepo gitu sama akunnya. Yap karena salah satu akun IG itulah saya terinspirasi juga mau share koleksi rilisan fisik yang sudah saya kumpulin dari sekitar tahun 2009-an (Kalau kaset pita mungkin dari zaman SD sampai SMA tahun 2008-an udah ngumpulin).

Karena saya juga suka film terutama saat ini saya lagi gandrung sama film lokal, akhirnya saya pun mencoba juga ngumpulin rilisan fisik film originial. Jujur sih memang kalau untuk urusan film yang ori ini saya terbilang agak telat mulai beli / ngumpulinnya. Saya baru first time banget beli film ori itu sekitar tahun 2011 / 2012 kalau gak salah. Jadi ketika itu saya lumayan ngiri sama temen saya yang kuliah di jurusan film yang kebetulan berkewarganegaraan Malaysia, dia hobi banget koleksi film-film ori terutama film Indonesia (lokal).

Disitu kadang saya merasa sedih karena temen saya aja yang notabene bukan asli Indonesia begitu cintanya sama film khususnya film lokal sampai ngebela-belain menyisihkan uangnya untuk membeli karya film yang orisinil. Nah sedangkan saya selama beberapa waktu belakang kadang mah boro-boro beli yang ori palingan beli yang bajakan di pinggir jalan atau enggak ya download sih. Akhirnya disitu berkat teman saya, saya jadi terinspirasi untuk mengkoleksi film ori.

Kalau sekarang sih ya Alhamdulillah, walau saya gak rutin beli film dan kaset musik, kalau lagi ada rejeki lebih saya sebisa mungkin sisihkan untuk beli rilisan fisik musik & film yang ori dan sedikit demi sedikit saya mulai ngumpulin / koleksi rilisan fisik ori.

Lantas kenapa harus membuat blog baru untuk menshare koleksi, kok gak di post di blog ini saja?

Yaaa gitu deh, saya merasa kalau dipost di blog shambustory.com ini kurang cocok aja dan biar lebih terfokus ke bahasan rilisan fisik akhirnya saya memutuskan untuk membuat blog baru untuk bisa mengkaver ini.

Jadi kesimpulannya apa nih?

Selain hati puas dan bangga karena memiliki rilisan fisik, membeli rilisan fisik adalah salah satu bentuk apresiasi dan dukungan saya terhadap hasil karya dan juga terlebih dukungan untuk keberlangsungan hidup mereka para seniman musik dan film. Bayangkan saja para musisi saat ini hanya mayoritas dari mereka menggantungkan hidupnya hanya dari manggung dari panggung satu ke panggung lainnya, sedangkan untuk para filmmaker menggantungkan hidupnya dari pemutaran karya filmnya di bioskop. Mereka semua kini mungkin gak dapat berharap banyak dengan bergantung hidup pada rilisan fisik yang mereka coba jual kepada kita para penikmat karena maraknya pembajakan dan juga pengaruh era digital yang membuat orang lebih senang download atau streaming ketimbang harus mengeluarkan uang untuk mengapresiasi suatu karya.

Well, terakhir dari saya.. Blog The Physical Release sudah bisa Anda / kamu / sampeyan akses. Walau pakai blog yang gratisan semoga bisa menginspirasi saya agar tetap istiqomah dalam mengkoleksi rilisan fisik dan semoga juga kamu dapat terinspirasi untuk mulai mengkoleksi rilisan fisik walau sedikit demi sedikit. Dan jangan lupa subscribe blog ini dan juga blog The Physical Release yaa 😀

Silahkan klik logo The Physical Release di bawah untuk mengunjungi blog:

The Physical Release

Salam saya..

Muhammad Rizqi Hidayatullah, yang akrab disapa “shambu”

Terimakasih 🙂

 

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

3 comments to “The Physical Release”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. mawi wijna - 8 June 2015 Reply

    wokey, lanjutkan terus Bro! semoga dananya mencukupi buat mendata physical release-nya, hehehe :p. Cari sponsor kalao perlu. Semoga makin berkembang juga teknik motretnya. 😀

    • rizqishambu - 11 June 2015 Reply

      Iya mas, semoga ada sponsor yang mau mendanai saya untuk bisa lebih lagi mengkoleksi rilisan fisik, hehe..

      Makasih mas Mawi sudah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.