Tarawih di Masjid Istiqlal

Assalamu’alaikum sahabat..

Jadi ceritanya kali ini saya mau share rubrik baru di blog ini yang saya beri nama rubrik Jelajah Masjid. Yap ide ini baru kepikiran beberapa hari yang lalu dimana waktu itu saya lagi mengunjungi sebuah Masjid di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kebetulan saat ini juga kan lagi momen bulan Ramadhan, jadi rasanya pas banget gitu saya merilis rubrik ini.

Tenang deh, rubrik ini Insya Allah akan pertahankan terus gak dan Insya Allah gak hanya muncul dan eksis di bulan Ramadhan tahun ini saja kok. Untuk lebih detil tentang rubrik ini mungkin akan saya jelaskan di tulisan atau postingan khusus.

Yuk mari kita kembali ke topik..

Tidak terasa yah kita telah dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Waktu berjalan begitu cepat padahal sepertinya kita belum lama ini melewati Ramadhan tahun lalu dan saat ini sudah memasuki bulan yang suci di tahun 2015. Bahkan sih rasa-rasanya tahun masehi 2015 ini belum lama berlalu / berlangsung (Baca tulisan saya tentang tahun baru 2015: 2015 New Year). Dan Alhamdulillah, puji syukur kita masih dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat ini.

Baca juga: Duka Indonesia: Wafatnya Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal

Mengawali tulisan tentang pengalaman saya Shalat Tarawih di Masjid yang termasuk dalam Masjid terbesar di Asian Tenggara yaitu Masjid Istiqlal, saya terlebih dahulu mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H dan mohon maaf lahir batin juga untuk sahabat semua, semoga di bulan yang suci ini amal dan ibadah kita selama beberapa waktu kebelakang dan juga selama bulan Ramadhan ini di terima oleh Allah dan  semoga kita diberikan kekuatan untuk dapat menahan godaan yang ada serta semog kita dapat melaksanakan ibadah puasa secara penuh selama 30 hari, Amin 🙂

Mari kita mulai perjalanan malam religi saya dan jangan lupa kita mulakan dengan Basmallah..

Jadi kemarin malam tepatnya di hari pertama puasa dan di malam kedua Shalat Tarawih, saya dan teman saya Agi melaksanakan ibadah Shalat malam (Isya & Tarawih) di Masjid Istiqlal. Awalnya saya sih gak punya rencana untuk Shalat Tarawih di tempat yang jauh dan memilih Tarawih di Masjid dekat rumah. Berhubung ketika teman sayamain ke rumah dan ngajak untuk tarawih di sana, ya udah deh saya iyakan saja ajakannya.

Lalu berangkatlah kami berdua dari Kota Depok sekitar jam 5 lewat menuju Istiqlal, berhubung jarak Masjid Istiqlal dari Depok cukup jauh, kami memutuskan untuk berbuka puasa di jalan jika waktu buka puasa sudah tiba karena memang kalau mau ngejar buka puasa disana gak akan kesampaian.

Alhamdulillah, setelah mampir dan berhenti sana-sini untuk buka puasa dan Shalat Maghrib akhirnya kami sampai di Istiqlal tepat di waktu Isya. Memang tujuan utama kami pada waktu itu adalah ngejar Isya biar bisa sekalian ikutan Tarawih. Dalam waktu perjalanan yang singkat kami ngeburu waktu supaya bisa sampai sana tepat waktu.

Bayangkan saja, jam 18.30 WIB kami baru berangkat dari arah Lenteng Agung, jadi kami cuma punya waktu sekitar kurang lebih setengah jam saja untuk bisa sampai di sana dan atas izin Allah SWT kami disampaikan dengan waktu tempuh yang singkat itu.

Allah SWT maha baik memang, dalam waktu perjalanan yang tak lebih dari satu jam itu, jalanan kota Jakarta yang kami lewati lumayan cukup lancar sehingga dengan memanfaatkan waktu yang ada kita bisa sampai di sana sebelum Shalat Isya di mulai 🙂

Jama’ah yang datang pun begitu banyak sehingga waktu mau parkir motor agak sedikit antri. Sampai di loket parkir di kasih karcis parkir yang bertuliskan biaya parkir sebesar seribu rupiah, eh tapi pas ditarik uang sama petugas yang berbeda dimintanya uang dua ribu. Wah ini nih benih korupsi yang muncul di saat Ramadhan terlebih kegiatan yang tidak terpuji ini terjadi di areal tempat yang suci, rumah Allah. Sayang sekali uang yang masuk palingan hanya untuk kesejahteraan kantong para preman yang menguasai daerah sana (spekulasi saya saja).

*Pak pegawai KPK dan Pak Polisi, kalau gak sengaja baca tulisan ini mohon segera ditindak ya tindakan pemerasan dalam bentuk / berkedok biaya  / retribusi parkir. Secara ini kan parkir resmi bukan parkir liar.

Dari area parkir menuju bagian dalam Masjid, jalanan dipenuhi dengan para pedagang dari yang menjual makanan hingga pakaian. Sayang sekali pemandangan seperti ini amat menggangu keindahan dari area Masjid yang ada malah area masjid jadi semerawut karena ulah pedagang yang menjajakan barang dagangan tidak pada tempatnya.

*Aparat dan Pejabat Pemprov DKI kalau gak sengaja baca tulisan ini mohon ditertibkan PKL yang mangkal di area Masjid Istiqlal karena telah menggangu kenyamanan para jama’ah 🙂

Sayang sekali untuk momen para pedagang yang berjualan dan menggangu pemandangan ini saya gak motret karena lagi males aja, haha. Kalau mau tahu kondisi real nya silahkan berkunjung ke sana.

Ketika sudah masuk dalam Masjid, saya hanya bisa berkata Subhanallah, begitu indahnya suasana di malam kedua Shalat Tarawih dan di hari pertama puasa itu. Masjid Istiqlal begitu dipenuhi jama’ah di malam di bulan suci tersebut. Saya sendiri gak menyangka kalau jama’ahnya bakal sebanya itu karena waktu tahun 2010 lalu terakhir Shalat Tarawih di sini jama’ahnya gak sebanyak ini.

Yang penasaran dengan kondisi Masjid Istiqlal di hari kedua Tarawih, simak momen yang berhasil saya dokumentasikan:

Jpeg

IMG_5973

IMG_5979
Mendengarkan ceramah Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub.

Pada malam kedua tersebut ceramah Tarawih diisi oleh Imam besar Masjid Istiqlal Bapak Ali Mustafa Yaqub. Ceramah yang Beliau bawakan cukup berisi dan lumayan menambah ilmu & pengetahuan bagi saya dan mungkin juga jama’ah lainnya.

Salah satu isi ceramahnya adalah menyikapi tentang statemen Wakil Presiden RI Pak Jusuf Kalla yang melarang kaset pengajian di putar di Masjid sebelum pelaksanaan Shalat karena dianggap mengganggu. Dalam ceramahnya Imam besar Masjid Istiqlal mempertanyakan pernyataan Pak JK tersebut, kenapa lantunan suara kaset mengaji dianggap mengganggu dipermasalahkan sedangkan suara petasan dan terompet di waktu pergrantian tahun atau tahun baru yang sudah jelas memang mengganggunya malah tidak dipermasalahkan, itu kan aneh.

Hmm, sungguh pernyataan yang ngawur yang dilontarkan Pak Wakil Presiden kita. Semoga larangan suara kaset di Masjid tidak benar-benar terjadi ya.

Shalat berjama’ah

Subhanallah walhamdulillah, betapa indah dan nikmatnya Ramadhan 1436 H, betapa bahagianya bisa beribadah berjama’ah di bulan yang suci ini, terimakasih Ya Allah Engkau telah mempertemukan kami dengan Ramadhan di tahun ini, semoga Engkau bisa mempertemukan kami dengan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya, Amin.

Nah itulah perjalanan dan pengalaman saya dalam melewati malam kedua Tarawih di Masjid Istiqlal. Semoga apa yang saya share ini bisa bermanfaat dan menginspirasi para pembaca dan pengunjung blog shambustory sekalian, terimakasih, salam 🙂

DISCLAIMER

Sebenarnya sebagian tulisan ini sudah saya tulis pada minggu lalu tapi berhubung saya baru sempat meneruskannya sekarang akhirnya tulisan ini saya masukan dan gabungkan ke dalam rubrik Jelajah Masjid.

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

2 comments to “Tarawih di Masjid Istiqlal”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.