TARAWIH BERSAMA MUZAMMIL HASBALLAH SANG IMAM MUDA INDONESIA

Separuh hari Jum’at, 2 Juni 2017 di pekan pertama Ramadhan itu saya lewati dengan biasa saja tidak ada yang istimewa. Saat itu tidak hal ataupun rencana lebih untuk saya lakukan di hari itu, entah itu malamnya ingin Shalat Tarawih dimana saya tidak berencana sejauh itu. Paling saja saya hanya Tarawin di dekat rumah seperti biasa.

Namun ketika hari berganti antara siang menjelang sore, saya mendapati kabar yang cukup menggembirakan hati saya. Apa itu? Berikut kabar gembiranya:

Di siang hari menjelang sore itu, seperti biasa saya tengah merampungkan pekerjaan saya. Di tengah sibuk dan jenuhnya pekerjaan, saya mengalihkan pekerjaan saya sejenak untuk sekedar stalking atau browsing timeline Instagram-nya mantan haha XD.

Secara tidak sengaja saya menemukan postingan di timeline dari akun @ngajidulu_ngajiterus yang  menginfokan bahwa Imam muda Indoensia Muzammil Hasballah bakalan tur dan singgah untuk mengimami Shalat Tarawih sekaligus ceramah di Masjid komplek dekat rumah saya pada Jum’at malam nanti.

Tarawih bersama Muzammil Hasballah
Tarawih bersama Muzammil Hasballah.

Saya yang tadinya tidak ada niatan untuk Tarawih kemana-kemana jadi memutuskan dan berniat untuk melaksanakan Tarawih yang bertempat di Masjid Al-Muhajirin, Komplek Mekarsari Permai, Cimanggis, Depok, Jawa Barat ini.

Mengingat lokasinya yang setelah saya lihat di google maps ternyata sekitar 4 km dari rumah saya, maka saya pun harus ambil ancang-ancang waktu supaya sampai Masjidnya tidak terlambat, bisa mendapatkan tempat dan bisa mengikuti Shalat Isya berjama’ah.

Tidak perlu berlama-lama. Setelah selesai buka puasa di rumah, saya menyegerakan untuk berangkat ke sana mengingat jaraknya yang sebetulnya tidak dekat-dekat amat dengan rumah saya, hanya karena saya sering lewat daerah sana maka saya mengkategorikan wilayah Mekarsari tersebut masih berdekatan dengan rumah saya.

Alhamdulillah, tepat sebelum Adzan Isya berkumandang saya sampai di Masjid yang baru pertama kali saya kunjungi ini. Dan Alhamdulillah masih sempat berwudhu dan masih kebagian tempat di dalam Masjid, sebab suasana Masjid di Jum’at malam Ramadhan tersebut cukup dipadati oleh para jama’ah baik jama’ah Ikhwan maupun Akhwat.

Jama’ah Shalat yang memadati Masjid malam itu cukup di dominasi oleh pemuda dan pemudi lalu sisanya adalah jama’ah orang tua. Karena publikasi di media sosial yang cukup masif inilah kiranya yang menjadikan Masjid ini ramai dipadati oleh pemuda yang kemungkinan tidak hanya berasal dari sekitar komplek setempat.

Adzan Isya pun berkumandang yang dikumandangkan oleh seorang pemuda. Subhanallah, malam itu pemandangan begitu indah dan menakjubkan ketika Masjid diramaikan oleh para pemuda, sedikit saya menjadi terharu melihat momen yang langka ini. Langka sebab saya sendiri pun masih belum bisa begitu Istiqomah dalam meramaikan dan memuliakan Masjid di waktu-waktu Shalat Fardu. Ya Allah, ampunilah hamba yang jauh dari apa-apa ini karena terlalu menyibukkan diri dengan urusan dunia, Naudzubillahimindzalik :(.

DIIMAMI OLEH IMAM MUDA

Dipimpin oleh Imam muda Muzammil Hasballah, Shalat Isya berjama’ah pun dimulai yang kemudian dilanjutkan dengan Shalat Tarawih berjama’ah. Subhanallah, dalam khusyu’nya Shalat berjama’ah di malam itu kita disuguhkan dan diperdengarkan dengan suara merdu dan bacaan ayat suci atau surah yang begitu tartil dari sang Imam muda.

Hingga akhirnya hati pun dibuat bergetar, tubuh dibuat merinding dan mata pun menjadi tak kuasa menahan tangisnya oleh sebab bacaan sang Shalat sang Imam yang fasih dan tartilnya tiada dua, Subhanallah Ya Akhi, engkau telah membuat kami para jama’ah berlinang air mata karena Allah di malam Ramadhan itu.

Shalat Isya dan Tarawih 11 rakaat pu berjalan dengan khikmat dan khusyu. Subhanallah, nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan akan nikmat Iman, Islam dan nikmat beribadah ini, Allahuakbar.

PEMUDA PEMAKMUR MASJID

Ketika sedang menunggu Shalat Tarawih dimulai, tidak sengaja saya mendengar obrolan bapak-bapak yang duduk di sebelah saya, kira-kira ilustrasi celotehannya seperti ini: “Wah ini Masjid isinya anak muda semua nih..” kemudian bapak disebelahnya membalas: “Ya soalnya Imamnya juga masih muda (anak muda), makanya isinya anak muda semua…”.

Ya benar di malam Ramadhan pekan pertama itu mayoritas jama’ah Masjid dipadati oleh pemuda seperti yang saya telah jelaskan di atas tadi. Masjid bisa ramai dan dipenuhi oleh kaum muda tentunya bukan tanpa sebab, oleh karena adanya magnet yang sangat kuat yang akhirnya membawa kita kaum muda ke satu barisan dan tujuan yang sama yaitu sama-sama menuju rumah Allah untuk mengahadap-Nya dan menunaikan kewajiban kita sebagai hamba-Nya.

Yang menjadi magnet ini adalah sama-sama berasal dari kaum muda juga, sehingga tidak heran bilamana kamu muda berbondong-bondong untuk mendekati titik pusat sumber magnet itu berada. Magnet itu bernama Muzammil Hasballah. Disini Muzammil Hasballah telah menjadi role model di kalangan kawula muda karena kemampuan Qiroah atau mengaji dan memiliki pengetahuan akan ilmu agama yang lebih dari pada anak muda seusianya.

Dari hal ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa untuk dapat menggiring anak muda ke dalam suatu lingkaran atau barisan yang dalam hal ini adalah berada dalam satu barisan yang sama pada Shaf Shalat, maka sang role model ini lah yang berperan penting sebagai daya tarik bagi pemuda / i lainnya untuk merapatkan barisan ke dalam satu barisan yang sama.

CERAMAH RAMADHAN SANG IMAM MUDA

Ceramah Ramadhan saat Tarawih disini dilaksanakan seusai Shalat Tarawih. Berbeda dengan di Masjid dekat rumah saya yang ceramahnya dilaksanakan sebelum Shalat. Lagi, setelah mengimami Tarawih, kini Imam muda pun turut mengisi ceramah Ramadhan pada Jum’at malam itu.

Ceramah yang dibawakan oleh Muzammil secara garis besar berisikan tentang ragam style atau Maqom dalam membaca Al-Qur’an. Dalam ceramahnya, Akhi Muz membagikan beberapa style yang populer digunakan oleh beberapa Hafidz dan Qori dalam membaca Al-Qur’an.

Muzammil Hasballah
Akhi Muzammil menyampaikan ceramahnya.

Yap, konten ceramah yang dibawakan oleh Akhi Muzammil adalah konten ceramah alternatif yang mungkin jarang sekali dibawakan oleh para Ustadz ketika mengisi ceramah di Masjid. Alhamdulillah, saya dan para jama’ah lainnya mendapatkan pencerahan dan ilmu atau wawasan baru tentang berbagai macam style atau Maqom dalam membaca Al-Qur’an yang bisa kita aplikasikan ketika kita membaca Ayat Suci Al-Qur’an atau ketika kita mengumandangkan Adzan sekalipun.

Momen langka saat Sang Imam muda berceramah ini tidak ingin saya sia-siakan begitu saja. Alhasil, bermodalkan kamera smartphone yang saya miliki saya coba rekam detik demi detik ceramah yang Akhi Muz bawakan walaupun tidak bisa sepenuhnya saya merekam ceramahnya karena durasi ceramahnya yang kurang lebih hampir sekitar 30 menit-an lebih dan juga memori HP saya yang terbatas.

Karena tidak ingin menyiakan momen berharga ini, saya pun berniat sepulang dari Masjid akan mengedit video hasil rekaman saya dan menguploadnya di channel YouTube Ruang Imaji yang saya miliki.

Ketika sedang melakukan editing video, iseng saya upload foto proses produksinya ke Instagram saya dan saya tag langsung ke Akhi Muzammil.

Ternyata di luar dugaan, saya yang tadinya semangat untuk mengupload videonya ke YouTube harus mengurungkan niat karena sang Akhi mengirim pesan kepada saya via DM Instagram untuk tidak mengupload videonya dan cukup dijadikan dokumentasi pribadi atau instansi karena merasa penampilan dalam ceramahnya tadi kurang baik atau maksimal sebab sedang dalam kondisi yang kurang fit.

Walhasil videonya tetap saya edit walaupun masih belum selesai dan hanya akan saya jadikan sebagai dokumentasi pribadi saja, tidak untuk dikonsumsi oleh publik sesuai dengan titah Akhi Muzammil.

KESIMPULAN SEBAGAI PENUTUP

Lalu kesimpulan yang bisa diambil dari secuil pengalaman religi yang saya tuliskan ini adalah seperti saya ketahui bahwasanya Muzammil Hasballah usianya memang dibawah saya, tetapi walaupun usianya di bawah saya, tetap saya tidak sungkan untuk mendengarkan nasihat dan ilmu bermanfaat yang Akhi Muz sampaikan.

Karena sejatinya belajar itu tidak mengenal batasan usia, kepada siapapun baik itu yang tua maupun yang muda kita sama-sama bisa saling menimba ilmu dan saling mengingatkan kepada kebaikan.

Muzammil Hasballah
Muzammil Hasballah berceramah di Masjid Al-Muhajirin.

Alhamdulillah, Allah Maha Baik dan Maha Asyik. Akhirnya bisa mempertemukan kami kepada golongan orang-orang yang senantiasa memperbaiki diri demi meningkatkan keimaman dan ketakwaan kepada AllahSWT. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang selalu Istiqomah untuk berada di jalan yang selalu di Ridhoi-Nya, Insya Allah, Amin.

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung dan membaca tulisan ini di blog www.shambustory.com. Semoga ada hikmah dan manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini.

Salam Ukhuwah Islam, Wassalamu’alaikum.

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.