Meneliti GO-JEK

Kini kembali saya berhadapan dengan sesuatu yang berbau ilmiah, apa itu? Ialah yang bernama penelitian atau riset.

Apa dan mengapa saya meneliti padahal saya bukanlah seorang yang berprofesi sebagai peneliti?

Jadi begini ceritanya…

Sehubungan dengan mata kuliah yang sedang saya ambil yaitu Riset Desain saya diberi tugas untuk meneliti dan mengamati suatu hal yang sekiranya ingin saya ketahui lebih dalam yang berkaitan dengan dunia desain.

Hari itu tepatnya Sabtu di akhir pekan pada minggu pertama bulan September saya dan kawan sekelas lainnya dihadapkan dengan pertanyaan langsung oleh dosen tentang hal apa yang kiranya ingin kita ketahui. Dengan pemikiran yang begitu singkat, sontak saya pun menjawab pertanyaan dosen dengan jawaban singkat “saya ingin tahu tentang aplikasi GO-JEK Pak.” Intinya begitu kalau tidak salah, hehe..

Ya, dari keingintahuan itulah yang menjadi acuan untuk objek penelitian tugas Riset Desain saya, dalam tugas saya kali ini penelitian saya berfokus pada desain aplikasi GO-JEK.

Lalu apa yang membuat saya tertarik untuk mengambil objek aplikasi GO-JEK untuk diteliti? Karena menurut padangan saya aplikasi atau layanan GO-JEK kini tengah melejit sekali dan juga sudah banyak masyarakat yang mengguanakan jasa GO-JEK sebab aplikasi GO-JEK telah memudahkan pelanggan dalam menggunakan layanan ojek.

Jujur men, sebenarnya saya masih terbilang awam dalam dunia aplikasi, tapi ya saya mah jalani aja  dengan senang hati , toh sambil jalan kan pengetahuan saya kan bertambah tentang dunia aplikasi ini.

Bagaimana langkah penelitiannya, apa yang harus saya lakukan? Saya juga bingung untuk awalnya ini, hehe..

Jadi sebetul dan sebaiknya saya harus melakukan pengamatan langsung di perusahaan GO-JEK untuk melakukan wawancara demi mendapatkan data yang saya inginkan dan juga melakukan wawancara terhadap pengguna layanan ini. Ya, idealnya penelitian saya itu lengkap seperti ini.

Tapi dalam perjalanan awal penelitian saya yang diberikan waktu yang tidak begitu lama tapi juga tidak begitu singkat ini saya menemui kendala untuk dapat melakukan pencarian data di perusahaan GO-JEK yaitu saya belumlah sama sekali mendapatkan jawaban atas pengajuan penelitian saya di perusahaan tersebut.

Pertama saya sudah  mengajukan pengajuan penelitian secara pribadi via email minggu lalu, tapi sampai saat ini email yang berisi curahan hati saya sudah saya kirim tersebut belumlah mendapatkan jawaban.

Kedua saya sudah minta surat resmi dari kampus tentang pengajuan penelitian pada Senin lalu dan pada hari itu juga langsung saya kirimkan ke kantor GO-JEK. Senin siang itu surat pengajuan sudah diterima oleh bagian resepsionis dan katanya bagian HRD-nya sedang tidak berada di kantor sehingga nanti saya akan dihubungi oleh perusahaan. Namun pada kenyataannya hingga detik ini saya belum juga dihubungi.

Hmmm, saat ini saya sedang menanti sebuah jawaban. Dan lagu yang cocok banget menggambarkan perasaan hati saya adalah lagu dari band Padi yang judulnya Menanti Sebuah Jawaban yang juga merupakan OST dari film Ungu Violet, hahahaha 🙂

Baiklan biarlah ini menjadi sebuah kenangan manis yang bisa dikenang ketika saya sudah beranjak dewasa nanti, hehehe.. Dan saya mencoba untuk enggak pupus harapan, saya akan mencoba berbagai cara dan berbagai alternatif solusi agar saya bisa menyelesaikan ujian kehidupan tugas mulia ini, heheh..

Semoga semesta mendukung dan Allah SWT memberikan jalan yang lurus agar saya dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik dan semoga GO-JEK pun turut mendukung karena kemungkinan kan perusahaan juga dapat untung dengan penelitian saya ini 🙂

Bantuin isi KUESIONER GO-JEK yang buat untuk keperluan tugas kuliah tentang desain aplikasinya yuk disini 🙂

Okelah kalau begitu, saya akan menutup tulisan ini ya men. Terimakasih sudah mampir membaca tulisan nggak penting ini semoga bisa bermanfaat bagi yang membaca khusunya bagi saya yang buat tulisan ini :}

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Has one comment to “Meneliti GO-JEK”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.