Mendokumentasikan Asia Afrika

Sering menonton Vlog (Video Log / Blog) dari para YouTubers, tidak lantas membuat saya langsung kepincut untuk latah ikut-ikutan mereka dalam membuat karya video serupa seperti yang mereka buat. Walau mungkin bakal dibilang enggak eksis karena tidak ikut-ikutan dalam menggarap video blog tersebut, sampai detik ini pun saya sama sekali belum kepikiran dan belum memiliki niatan untuk membuat Vlog.

Dari apa yang saya lihat, rata-rata Vlog yang mereka buat kontennya adalah berisikan tentang keseharian mereka, apa saja kegiatan yang mereka lakukan dibagikannya melaui medium video dengan mempergunakan gaya monolog yaitu dimana biasanya mereka bercuap-cuap sendiri dihadapan kamera sembari merekam gambar / video sendiri.

Pada hari Jumat lalu 13 Januari 2017 saya berksempatan mengujungi kota Bandung yang merupakan kota kelahiran saya oleh karena saya ada meeting berkaitan dengan pekerjaan Biogas. Oleh karena meeting di waktu Ba’da Ashar telah usai, maka saya memiliki waktu yang cukup luang untuk dapat bersantai menikmati indahnya kota Bandung sebelum kembali pulang ke Depok.

Kantor tempat saya meeting berlokasi di daerah Turangga, Bandung yang agaknya mendekati pusat kota Bandung, akhirnya sepulang meeting saya memilih untuk menyempatkan diri untuk singgah ke pusat kota Bandung dengan tujuan utama yaitu Masjid Raya Bandung.

Berbekal pengetahuan saya yang minim soal transportasi publik di Bandung, saya pun menaiki angkot yang sekiranya dapat mengantarkan saya ke tempat tujuan. Karena sedang berada tidak jauh dari pusat kota Bandung rasanya sayang sekali kalau saya enggak mampir ke sana, hitung-hitung nantinya bisa sekalian ikut Shalat Maghrib berjama’ah disana.

Angkot berwarna hijau dengan diawaki oleh supir yang cukup liar dalam mengemudikan angkotnya alias ugal-ugalan akhirnya perjalanan saya hentikan di perempatan jalan sebelum Jalan Asia Afrika setelah daerah Kosambi karena saya juga sebetulnya sudah muak berada lama-lama di angkot tersebut karena ulah sang supir yang sangat tidak manusiawi, hmmm.

Dan saya menemukan kenyamanan ketika saya berjalan kaki pasca saya turun dari angkot yang begitu mengancam keselamatan jiwa dan raga penumpangnya ini. Beruntung berhenti di lokasi yang tepat karena saya agak-agak lupa jalan di Bandung dan lebih banyak mengandalkan feeling saja yang pada akhirnya mempertemukan saya dengan jalan yang cukup bernilai sejarah bagi Bandung dan Indonesia, yaitu Jalan Asia Afrika.

Awalnya tidak ada niatan khusus ingin mengambil video di separuh perjalanan di Asia Afrika, tapi berhubung saya membawa Action Cam Brica yang sama sekali belum pernah saya gunakan, di tengah perjalanan saya pun mencoba mendokumentasikan momen selama perjalanan saya di Jalan Asia Afrika. Inilah juga menjadi momen petama dalam hidup saya dalam menggunakan Action Cam, hmmm, selama saya belum punya kamera ini memang saya belum pernah menggunakannya sama sekali.

Tiba di Jalan Asia Afrika sekitar menjelang Maghrib, kalau tidak salah sekitar jam 5 lewat. Sambil berjalan berhenti sebentar untuk men-setting kamera sembari mencoba-coba foto dan video serta fitur yang ada pada kameranya. Karena tujuan utama saya adalah menuju Masjid Raya, di sepanjang perjalanan menuju ke sana saya coba mendokumentasikan suasana yang ada di sepanjang jalan protokol kota Bandung hingga ke area Masjid Raya.

Sempat bingung sih ingin membuat video dengan format yang seperti apa. Ingin membuat video layaknya Vlog, tapi saya pribadi masih belum pede dan juga masih enggan untuk membuatnya. Terlepas dari itu semua, sepanjang petang hari hingga Ba’da Maghrib itu beberapa momen / video menarik telah berhasil saya abadikan dan saya menyebut video yang saya buat ini lebih tepatnya adalah video dokumentasi.

Kini sudah saatnya untuk kembali ke laptop untuk proses editing. Sayang sekali ketika niatan untuk membuat video itu ada walaupun munculnya tidak terencana jika tidak dilanjutkan lagi ke tahap yang lebih serius lagi yaitu proses penggabungan video / editing dan juga publikasi. Sampai dihadapan meja kerja / komputer, tanpa pikir panjang saya langsung iseng editing di Adobe Premiere atau membuat editan kasar atau draft untuk editing video yang akan dikerjakan.

Berikut ini adalah editing yang sedang saya garap:

Editing Adobe Premiere Pro www.shambustory.com
Draft editing dokuemtasi Asia Afrika di Adobe Premiere Pro CC

Sampai saat ini video masih dalam proses editing, kalau sudah jadi tentunya video ini akan dipublikasi / disebarluaskan di YouTube. Bagi teman-teman yang penasaran dengan video yang sedang saya garap, tunggu dan harap bersabar ya. Namanya juga editing, perlu waktu luang untuk mengerjakannya ditengah-tengah ke-sok sibukan saya, hehe.

Alhamdulillah, Action Cam Brica B-PRO 5 ini sudah mendukung resolusi 4K untuk dan juga resolusi 16 Megapiksel untuk foto. Tetapi setalah saya preview hasil gambarnya, menurut saya ketajaman gambarnya masih kalah dengan kamera DSLR Canon EOS Kiss X3 yang saya miliki yang notabene adalah kamera keluaran lama. Mungkin akan lain hal hasil gambarnya dengan kamera serupa dari merek kompetitor yaitu Go Pro yang secara harga saja sudah jauh berbeda. Untuk lebih jelasnya soal hasil gambar, tunggu video ini di-publish ya supaya teman-teman bisa ikut memberi penilaian.

B-PRO 5 shambustory.com
B-PRO 5 by shambustory.com

Baiklah teman-teman, saya rasa cukup sekian pembicaraan panjang lebar mengenai pengalaman pribadi saya dalam Mendokumentasikan Asia Afrika, semoga ada hikmah maupun manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini.

Nah adakah pengalaman menarik teman-teman ketika sedang mengabadadikan / mendokumentasikan momen atau punya pengalaman menarik ketika menggunakan / seputar Action Cam? Silahkan komentar dibawah ya.

Terimakasih sudah membaca dan berkunjung di blog shambustory.com.

Wassalamu’alaikum.

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Has one comment to “Mendokumentasikan Asia Afrika”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. mama tct - 5 April 2017 Reply

    Luar biasa shambu.
    Terus berkarya dgn ide2 kreatifmu..to be Best Writer n Creativer..mama tgu karya2 berikutnya..
    Selamat n sukses..

Leave a Reply

Your email address will not be published.