Majalah Digital & Angan-angannya

Asaalamu’alaikum dan selamat malam…

Alhamdulillah kali ini masih bisa diperkenankan menyapa para pembaca blog iniĀ sekalian šŸ™‚

Majalah digital? Apa itu?

Bagi yang belum tahu tentang majalah digital, majalah digital yang saya ketahui adalah majalah yang dipublikasikan bukan dalam bentuk cetak melainkan dalam bentuk digital yang bisa didapatkan dengan cara mendownloadnya di internet. Ada yang menyediakan atau mempublishĀ majalah digital yang berbayar ada juga yang gratis, itu tergantung dari sang publisher.

Lalu apa kaitannya dengan saya? Apa yang dimaksud dengan angan-angan seperti pada judul tulisan di atas?

Jadi begini ceritanya..

Sebenarnya saya sudah punya ide untuk membuat suatu majalah dalam bentuk digital sejak tahun 2011 waktu masih zaman muda dulu, hehehe. Namun sayangnya ide pembuatan majalah itu sampai saat ini baru hanyalah sekedar ide belaka yang sampai saat ini belum terealisasi.

Dulu sih pengen banget bikin majalah soalnya sekalian pengen belajar nge-layout yang bener juga, hehe..

Begitulah sebuah ide yang ada dalam benak dan pikiran hanya mangkrak dalam diri selama bertahun-tahun yang tak kunjung tahu mau dibawa kemana arahnya, hehe..

Dulu sempat kepikiran waktu tahun 2013 pengen banget dijadiin ini majalah yang tadinya murni mau saya kerjain semuanya sendiri, tapi ya itulah ujung-ujungnya malah lupa gitu aja karena saat itu juga dibarengin sama ngerjain TA, makannya kerjaan yang begini lupa begitu saja, hahaha…

Tapi di sela-sela waktu senggang saya akhir-akhir iniĀ kok tetiba kepikiran lagi sama ide majalah digital ini. Akhirnya pas waktu senggang itu saya iseng-iseng berhadiah memainkanĀ aplikasi aplikasi Adobe InDesign dan nyobain bikin desain layout majalahnya.

Majalah
Layout majalah dengan aplikasi Adobe InDesign

Yap, namanya juga iseng-iseng sendiri saya pun masih bingung juga majalah yang nantinya bakalan dibuat ini seperti apa terlebih saya juga belum punya partner atau kawan yang tergabung dalam sebuah tim, akhirnya saya pun hanya baru coba memasukan foto hasil jeperetan saya dan lagiĀ saya pun masih kebingungan akan masalah konten.

Saya begitu terinspirasinya dengan majalah Travelnatic yang merupakan free digital magazine yang bisa di download di travelnatic.com dengan format pdf. Hingga saya jadi kepikiran pengen banget merealisasikan majalah ini.

Bagaimana dengan kelanjutan ide majalah ini?

Jujur kalau saya pribadi masih bingung akan kelanjutan majalah ini akan menjadi majalah yang seperti apa selama saya belum ada partner / tim yang bisa diajak diskusi, sejauh belum ada partner itu saya coba jalan sendiri dulu sebisa saya walau itu begitu menyita perhatian kalau semuanya dikerjai sendiri.

Jpeg
Susunan redaksi

Karena ini masih dikerjakan saya sendiri selagi belum ada tim sementara ini nama saya agak sedikit nanrsis dulu mengisi kekosongan di halaman redaksi, hehehe šŸ˜›

Lalu bagaimana, apakah saya ingin benar-benar merealiasikan majalah digital ini?

Setelah saya enggak sengaja baca artikel pada halaman editorial di majalah detik yang saya download,Ā penulis artikel tersebut menceritakan sedikit tentang perkembangan bisnis majalah detik yang merupakan majalah digital yang free downloadĀ yang dengan format / teknologi majalah digital yang saat ini digunakan oleh majalah detik ternyata belum mampu mempertahankan ketahanan dan kemajuan dari segi bisnis bagi majalah detik walaupun ada iklan yang dipasang di beberapa sudut majalah.

Akhirnya dalam tulisan tersebut dikatakan bahwa tahun 2015 ini menjadi tahun terakhir bagi penerbitan dan keberlangsungan usia dari majalah digital yang sudah ada sejak tahun 2010-an kalau tidak salah.

Ennnggggg. Sungguh miris sih sebenarnya isi artikelnya tentang keberlangsungan hidup majalah ini, padahal menurut saya artikel, tulisan dan desain layout yang disajikan lumayan bagus dan bermanfaat. Gaya bahasa yang digunakan dalam penulisan pun lumayan nyentil kok jika sedang membahas suatu isu tertentu. Dan saya pun cukup menikmati konten dari majalah ini walau saya enggak rutin download dan baca šŸ™‚

Nah ini hal penting yang mesti digaris bawahi. Belajar dari pengalaman majalah detik akan perjalanan hidupnya yang telah saya ceritakan di atas, maka untuk ide majalah yang saya miliki iniĀ akan saya godok secara matang, atau bahkan saya mesti berganti / beralih kepada medium lain selain majalah dengan format pdf sebelum hal ini benar-benar terealiasi.

Baiklah itu saja yang dapat saya sampaikan perihal ide saya tentang pembuatan majalah digital. Siapa tahu adaĀ dari kawan-kawan ingin turut bergabung untuk saling bertukar pikiran dan menyumbangkan ide dalam pembuatan majalah digital ini silahkan hubungi saya via email di halaman kontak atau hanya ingin berbagi saran silahkan sampaikan melalui kolom komentar.

Terimakasih atas perhatiannya šŸ™‚

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.