Review Film Love is Cinta

Jpeg
Love is Cinta by shambustory.com

Assalamu’alaikum..

Selamat tahun baru masehi 2016 semuanya. Semoga di tahun yang baru ini segala kebaikan menyertai kita, Insya Allah Amin.

Baiklah, kali ini saya tidak akan membahas perihal tahun baru beserta perayaannya, perihal tahun baru dan tetek bengeknya mungkin akan saya tuliskan dan ulas dalam tulisan selanjutnya, namun sekarang saya akan mengulas atau me-review film yang berjudul Love is Cinta.

Alhamdulillah saya berkesempatan nonton DVD film yang dirilis pada tahun 2007 dan disutradarai oleh Hanny R Saputra. Wah tahun 2007 saya masih kelas 1 SMA dan masih belum melek sekali soal film, haha.. Wajar lah dulu kan sekolah di asrama enggak ada TV dan media lain-lain.

Review film ini saya buat versi saya. Saya coba mengambil kesimpulan dan intisari setelah saya menonton film ini 🙂

Hmmm, sebetulnya poster film Love is Cinta di atas sangat kontradiktif sekali dengan cerita film ini.

Film ini mengisahkan tentang dua orang sahabat Ryan yang diperankan oleh Irwansyah dan Cinta yang diperankan oleh Acha Septriasa yang sudah bersahabat sejak lama.

Bersahabat sejak lama membuat Ryan menyimpan, memendam dan memiliki rasa cinta yang lebih dalam terhadap sahabatnya Cinta. Namun Ryan belum cukup memiliki keberanian untuk mengunungkap perasaan cintanya dan belum begitu memahami bagaimana cara mengungkapkan rasa cinta yang sesungguhnya dan sebenarnya kepada seorang yang dicintanya.

Belumlah sempat Ryan mengungkapkan perasaan cintanya yang seutuhnya kepada Cinta, Ryan mestilah meregang nyawa dan pergi tuk selama-lamanya akibat sebuah tragedi. Ryan pun akhirnya bertemu dengan malaikat maut.

Dalam pertemuan itulah akhirnya Ryan meminta kompensasi untuk dapat diberikan kesempatan hidup kembali ke dunia selama beberapa hari untuk dapat menyelesaikan misi-nya mengatakan atau mengungkapkan perasaan cinta yang belum dapat terungkapkan kepada Cinta.

Akhirnya malaikat maut pun memberikan kesempatan Ryan untuk hidup kembali dan Ryan pun hidup kembali dengan bereinkarnasi dengan jasad tubuh Doni yang diperankan oleh Raffi Ahmad yang merupakan manusia yang ceritanya baru saja meninggal.

Dengan diberi kesempatan hidup itulah akhirnya Ryan berusaha memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk dapat mengungkapkan perasaan hati dan cintanya terhadap Cinta.

Yap, begitulah kiranya garis besar alur cerita dari film ini, kalau ingin tahu lebih detil silahkan tonton saja filmnya.

Secara akal sehat memang cerita reinkarnasi yang ada pada film ini memang begitu mustahil terjadi dalam kehidupan nyata, tapi terlepas dari hal teresebut saya cukup terkesima dengan alur ceritanya.

Tak hanya alur ceritanya yang membuat saya terkesima tapi juga akting dari para aktor dan aktris yang memerankan film ini juga turut saya acungi jempol. Kesemua pemain yang bermain dalam film ini sudah sukses membuat saya terbuai dan terlarut dengan film ini secara mendalam. Waahh, kalian luar biasa!!! (suara Ariel Noah)..

Dalam tayangan behind the scene yang terdapat dalam DVD film ini, banyak loh penonton dari kalangan artis yang sampai keluar air mata sewaktu menonton film ini, tapi hal itu tidak terjadi dengan saya, saya malah sama sekali enggak menitikan air mata walaupun terbuai saat menonton film ini.

Tak lupa sisi pengambilan gambar saya acungi jempol. Menurut saya pengambilan gambar sudah cukup baik, banyak kesan dramatis yang ditampilkan dalam pengambilan gambar pada film ini.

Bagaimana dengan sisi editing film ini? Overall sih editing film ini sudah digarap cukup baik, sudah sewajarnya memang film bioskop seperti ini semuanya digarap dengan tidak asal-asalan, namun mungkin yang masih menganjal bagi saya adalah visual atau spesial efek yang masih belum tampak real terutama di adegan atau scene ledakan mobil dan juga adegan akhir Ryan dan Cinta terbang, tapi saya sih cukup memaklumi sebab di tahun itu mungkin efek film seperti itu sudah cukup canggih.

Lalu apa kesimpulan atau intisari yang bisa diambil dari film ini? Saya pribadi mengambil intisari sebagai berikut:

Selama kita memegang teguh, mempercayai atau menginginkan sesuatu (selama itu baik) yang kita cintai dan sayangi maka perjuangkanlah sesuatu tersebut dengan segala dan sepenuh daya, upaya, jiwa dan raga sampai titik darah penghabisan kita seperti bagaimana Ryan memperjuangkan hidupnya untuk dapat mengungkapkan perasaan cintanya kepada Cinta dalam film Love is Cinta.

Hmmm, apa lagi ya yang kira-kira menarik untuk diulas dari film ini?

Yang terakhir adalah soundtrack film. Sebetulnya soundtrack film ini ada beberapa lagu, namun yang menjadi ujung tombak dari film ini adalah lagu yang berjudul Ada Cinta yang dinyanyikan oleh Irwansyah feat Acha.

Sambil menulis tulisan ini saya pun ditemani oleh lagu ini biar lebih menghayati lagi, hehe.. Seperti apa lagunya? Ini dia video klip lagu Ada Cinta:

Belum pernah nonton film ini dan bingung mau nonton dimana?

Kalau saya Alhamdulillah nemu DVD original-nya tahun lalu. Bisa dibilang dapatnya sih untung-untungan sebab jarang sekali film lama dijual atau dirilis ulang.

Tapi kalau mau sabar ya tidak perlu khawatir karena film ini kadang sering muncul di layar kaca walaupun jadwal tayangnya masih misteri.

Kalau memang sudah tidak sabar ingin menonton filmya, silahkan saja streaming di YouTube atau situs lainnya yang palingan hanya menyediakan kualitas video yang low resolution.

Begitulah kira-kira review film Love is Cinta kali ini. Semoga kita bisa mengambil manfaat dari film ini.

Inilah tulisan pembuka saya di awal tahun 2016. Semoga apa yang saya share ini dapat bermanfaat dan menginspirasi.

Terimakasih sudah berkunjung dan meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya. Salam hangat, Wassalamu’alaikum 🙂

PS:

Lebih lanjut tentang rilisan fisik film ini dan film lainnya akan saya ulas selanjutnya di blog rilisan fisik www.thephysicalrelease.wordpress.com.

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.