Kontroversi Hati Pak BG

Kondisi perpolitik Indonesia kini sedang bergejolak dimana terjadinya peristiwa penetapan tersangka rekening Gendut Komjen Pol. Budi Gunawan oleh KPK di tengah-tengah pencalonan tunggal nya sebagai calon Kapolri oleh Pak Jokowi. Hal ini sepertinya menjadi blunder Pemerintah dan sebagian wakil rakyat yang berkantor di Senayan sana, dengan tetap memuluskan pencalonan Beliau tersebut.

Sudah jelas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, namun label tersangka yang melekat pada Pak BG ini sepertinya tidak dihiraukan dan digubris oleh Pak Jokowi selaku pemimimpin tertinggi di Negara ini. Pak Jokowi hingga saat ini belum mengambil langkah atau keputusan untuk segera menarik pencalonan Pak BG ini, yang ada kini Presiden hanya menghentikan sementara saja pencalonan Pak BG dengan alasan menghormati proses hukum dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Padahal KPK sendiri mengaku sudah memiliki alat bukti yang kuat atas penetapan Pak BG sebagai tersangka ini.

KPK vs POLRI. Sumber: http://www.lenteraaspirasi.com

Lha wong sudah jelas tersangka kok tetap dicalonkan, ini piye tho Pak? Setelah melihat rekam jejaknya ternyata Pak BG adalah mantan ajudannya Bu Mega waktu masih aktif menjual aset negara #ehsalah #ehbener, waktu Beliau masih menjabat sebagai Presiden RI. Ohh jadi mungkin faktor kedekantan dengan Bu Mega selaku pemegang kuasa di partai bermoncong putih ini yang menjadikan Pak BG ini tetap ngotot dan ngoyo banget untuk dicalonkan.Ohh noo, lagi-lagi Pak Jokowi melanggar janji kampanye di 100 hari kerjanya. Pada waktu kampanye lalu Pak Jokowi kerap kali menegaskan tidak ada bagi-bagi kursi dan koalisi tanpa syarat, namun pada realisasinya hal tersebut tidak sepenuhnya tercipta seperti dalam pembentukan kabinet yang sebagian besar diisi oleh insan-insan dari partai pengusung, Jaksa Agung yang berasal dari partai NasDem yang diketuai pemilik MetroTV Pak Surya Paloh dan masih banyak lagi yang terlihat nyata bagi-bagi kursinya.

Oke kita kembali ke bahasan kita soal Pak BG. Akibat lambannya pemerintah dalam  hal ini Presiden dalam mengambil sikap dan keuputusan yang tegas menyoal masalah ini, akhirnya timbulah gesekan antara KPK vs Polri dan berbagai hal yang mengarah pada pelemahan lembaga KPK sehingga dikhawatirkan akan muncul Cicak vs Buaya jilid III. Dan tentunya kita sendiri nggak menghendaki Cicak vs Buaya itu terjadi. Ketika KPK menetapkan anggota kepolisian sebagai tersangka, pihak kepolisian kembali menyerang balik KPK dengan mempolisikan para pimpinannya dengan mengangkat kasus yang sudah lawas ke permukaan.

Memang kasus Pak BG ini sangat menyita perhatian masyarakat dan Pak BG ini sudah membuat kontroversi hati banyak masyarakat Indonesia atau bahkan mungkin dunia. Andai pemerintah dalam hal ini Presiden berani bertindak tegas dan sesegera mungkin mengambil langkah yang tepat akan masalah ini, pastinya masalah ini tidak akan berlarut-larut. Andai saja dari awal Presiden kita sudah mencabut pencalonan Pak BG dan segera mencari opsi calon lain yang lebih bersih dan berkompeten, pasti geseskan dan kesisruhan yang terjadi saat ini, pelemahan dan kriminalisasi terhadap KPK sepertinya akan minim terjadi.

Saya memang hanya bisa berandai-andai saja. Mungkin masyarakat lain juga begitu. Sekarang saya dan masyarakat lain sedang menanti ketegasan pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini. Menanti sesegera mungkin Pemerintah mencari calon Kapolri lain karena saya yakin masih banyak polisi yang bersih di Negeri ini yang lebih pantas dijadikan sebagai Kapolri.

Seharusnya Pak BG ini bersyukur, walau kasusnya ini sudah terjadi di waktu beberapa tahun silam, tapi penegak hukum seperti KPK belum menjatuhkan sanksi hukum apapun terhadap Pak BG pada waktu tersebut dan Pak BG sendiri masih diberi keleluasaan untuk menghirup udara segar dan masih dapat menjabat jabatan yang strategis di Kepolisian. Tapi yaa namanya juga maling, mana ada yang mau ngaku.

Semoga Presiden dan Pemerintah kita dapat bekerja dan bertindak dengan hati nurani. Mau dan berani mendengarkan suara hati Rakyat. Semoga Presiden dan Pemerintah kita tidak buta dan tuli tidak mempedulikan suara rakyat dan hanya mempedulikan suara tim sukses, partai pengusung dan para pembisik lain yang kiranya malah ingin menghancurkan Bangsa ini.

Semoga kasus Pak BG yang sangat menuai kontroversi ini segera tuntas. Pak BG segera menjalani proses hukumnya dengan baik. KPK dan Polri dapat saling bersinergi dalam menuntaskan kasus ini dan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap KPK. Amin. Saya hanya bisa berharap, berdoa dan berjuang untuk Indonesia yang lebih baik 🙂

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

2 comments to “Kontroversi Hati Pak BG”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. garage door repair anaheim - 25 February 2015 Reply

    Touche. Outstanding arguments. Keep up the amazing spirit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.