Karni Ilyas Lahir Untuk Berita

Minggu sore itu sepulangnya saya dari kampus, cuaca di kota Depok mulai agak mendung dan nampaknya ini akan turun hujan. Ketika itu saya tidak hendak langsung pulang ke rumah tapi saya sengaja ingin mampir dulu ke kampus UI Depok untuk sekedar numpang Shalat Ashar, numpang ngaso (istirahat) sekaligus numpang mencari ide dan inspirasi, hehe.

Karena sepertinya akan turun hujan di sekitar Depok, selepas saya Shalat Ashar di Masjid UI saya tidak memutuskan untuk buru-buru beranjak pulang tetapi memilih untuk santai-santai dulu di selasar Masjid. Dan waktu pun terus berjalan, semakin sore awan memang agak mendung tetapi hujan pun tak kunjung turun, akhirnya saya memutuskan untuk beranjak keluar dari Masjid untuk kemudian mengambil motor dengan arah tujuan yang belum tahu mau kemana sebab saat itu saya masih malas pulang ke rumah.

Sebelum keluar area kampus UI, kurang afdol rasanya bagi saya jika saya tidak mutar-mutar mengelilingi area kampus yang lumayan hijau, ridang dan cukup adem ini. Lalu seperti biasa, jika ingin menuju arah pulang ke rumah saya dari arah UI bisa lewat Kelapa Dua ataupun lewat Jl. Margonda Raya juga bisa.

Yay, saya pun memilih lewat jalan protokol kota Depok, Jl. Margonda Raya. Berhubung waktu masih sore, masih sekitar jam 5-an dan saya juga masih malas pulang akhirnya saya mengarahkan laju kendaraan saya untuk mampir ke Gramedia Depok yang ada di Margonda untuk sekedar melepas rasa jenuh dan lagi-lagi untuk sekedar mencari ide dan inspirasi serta untuk menambah dan menggugah semangat diri untuk berkarya, hehe.

Niatnya hanya ingin mampir melihat saja karena memang tidak ada rencana untuk beli atau cari buku khusus di sana. Terutama sih saya ingin melihat atau baca buku Soe Hok Gie “Sekali Lagi” yang pada beberapa waktu lalu sempat bukunya  saya lihat di sini tetapi masih disegel, jadi belum atau tidak bisa dilihat dan dibaca isinya. Tetapi kemarin saya menjumpai bukunya pun masih disegel dan stok bukunya juga hanya sedikit, padahal saya berharap sudah ada buku yang terbuka segelnya supaya saya bisa baca sekilas, biar kalau isinya menarik bakalan saya beli. Dan setelah dilirk-lirik ternyata harganya kurang menarik di kantong, hahaha.

Setelah mutar-mutar di Gramedia akhirnya saya menemukan buku biografi tentang Karni Ilyas yang letaknya di rak yang sama dengan buku Soe Hok Gie tadi dan kebetulan ada buku yang sampulnya sudah terbuka, jadi saya bisa baca dulu sekilas isi buku ini.

Karni Ilyas Lahir Untuk Berita
Karni Ilyas Lahir Untuk Berita. Arsip shambustory.com / Pustaka Imaji.

Buku dari rak pun saya raih dan kemudian membuka lembar demi lembar buku yang lumayan tebal tersebut. Karena berdiri lumayan capek, akhirnya saya memilih untuk duduk di lantai di dekat kaca untuk sedikit membaca buku ini. Tetapi apa daya, saking menariknya isi buku biografi Pak Karni Ilyas ini, tidak sedikit lembaran buku yang saya baca. Bahkan saking asyiknya saya membaca dan menilisik halaman demi halaman buku ini, sampai saya tidak ingat waktu bahwa saat itu sudah memasuki waktu Maghrib, haha bisa begitu ya 😀

Karena mengingat waktu Maghrib akan segera berganti dengan waktu Isya, saya pun harus segera mengambil keputusan cepat untuk membawa pulang buku ini dengan membelinya atau hanya akan membaca di tempat saja sampai lupa waktu, hehe. Sebelum keputusan ini diambil, saya pun menukar buku yang belum disegel ini dengan buku yang masih segel dan kemudian melihat label harga dari buku ini sesuai dengan kantong atau tidak, haha.

Setelah dilihat-lihat harganya masih sesuai dengan kantong terlebih harga buku ini masih jauh lebih murah sedikit dibanding dengan bukunya Soe Hok Gie. Akhirnya saya berkeputusan untuk segera ke kasir supaya bisa membawa pulang buku ini dengan cara yang aman, hehe.

Sempat bimbang ketika hendak menuju kasir, mau bayar pakai uang tunai atau pakai debit ya? Dengan berbagai pertimbangan saya pun memilih membayar dengan menggunakan debit. Dan tanpa diduga-duga saya pun dapat potongan harga senilai atau sekitar Rp.4.000,- an yang mungkin tidak akan didapat jika membayar dengan uang cash, Alhamdulillah rejeki anak soleh hahaha.

Well, ending-nya..

Finally, Alhamdulillah buku ini berhasil dibeli walau sebenarnya tanpa ada rencana beli-beli, hehe. Dan sekarang saatnya membaca dan mengambil hikmah dan suri tauladan yang baik dari perjalanan Pak Karni Ilyas selama hampir 40 tahun lebih berkarir sebagai seorang Jurnalis.

Saya memiliki keputusan untuk membeli buku ini tak lain adalah karena Bapak Karni Ilyas merupakan salah satu wartawan senior yang menjadi favorit saya dan cukup menginspirasi serta memotivasi saya untuk tetap menjaga semangat dalam berkarya atau bekerja dan menanamkan kecintaan dan totalitas diri yang tinggi terhadap profesi yang kita lakoni atau dalam bekerja maupun berkarya.

So, buku ini bisa dibeli di toko buku seharga Rp.86.000,-.

Semoga bermanfaat, terimakasih 🙂

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.