Salman di Desa Pakuwon, Sukabumi

Sebuah cerita pendek bersambung fiksi. Tulisan / teks dan foto oleh Muhammad Rizqi Hidayatullah “shambu.”

Selamat membaca, terimakasih 🙂


Di tengah hamparan sawah yang membentang luas, laju motor Salman terhenti. Karena tak kuasa melihat indahnya pemandangan yang jarang ia temui di kota membuatnya memutuskan untuk menginstirahatkan sementara perjalanan dengan sepeda motornya.

Padahal menurut warga sekitar yang barusan ia tanya tentang alamat rumah yang dicarinya, alamat yang dituju jaraknya sudah dekat dari tempat ia bertanya tadi, tapi itulah Salman, orang kota yang jarang sekali bersentuhan dengan desa. Ia abaikan jarak yang sebenarnya sudah dekat dengan tempat tujuan demi menikmati jeda sejenak dalam buaian pemandangan desa dengan bentangan sawahnya dan semilir angin yang berhembus siang itu.

Ia lepaskan segala atribut berkendara yang dikenakan. Lalu ia usapkan wajah dengan tangan kanannya untuk menyeka keringat yang membasahi wajahnya yang merupakan efek dari panasnya cuaca di siang hari itu.

_Sukabumi_Blog
Landscape di desa Pakuwon, Parung Kuda, Sukabumi. Foto oleh Muhammad Rizqi @shambuimaji www.shambuimaji.com.

“Subhanallah, sempurna! Inilah Sukabumi yang sesungguhnya, Sukabumi yang sesungguhnya ads di desa Pakuwon ini, kapan-kapan mesti ajak Ratna dan kawan-kawan lain kesini nih, pasti mereka akan takjub sama seperti aku sekarang ini.” Begitu Salman berkata-kata pada diri sendiri.

Ratna yang ia sebut merupakan sahabat dekatnya yang belum lama mereka bertemu muka di danau Dora, Bogor.

Tak ingin kehilangan momen dan kesan pertama ketika berada di lokasi dengan keindahan yang begitu menakjubkan di mata Salman, dengan segera ia raih kamera DSLR yang ia bawa di tas ranselnya untuk mengabadikan kenidahan di sekitar desa Pakuwon dibilangan Kabupaten Sukabumi yang merupakan tempat ia berpijak saat ini.

Panas teriknya matahari di pinggiran sawah siang itu tak menyurutkan semangat Salman untuk tidak melewati momen pun waktu berharga yang dimilikinya tersebut. Melalui tangan terampilnya, ia arahkan lensa kameranya untuk membidik satu per satu lanskap yang begitu memanjakan mata.

Wajah sumringah pun terpancar dari wajah Salman. Begitu kesumringahan itu menyiratkan suatu kebahagiaan dari seorang pemuda yang lebih dominan mengkawani kota dengan segala kemewahan dan kegemerlapan yang diberikannya ketimbang mengkawani desa dengan segala macam keindahan yang diberikannya baik secara tersirat maupun secara tersurat yang belum dapat atau belum mampu diberikan oleh kota.

Desa Pakuwon siang itu telah menjadi saksi bisu ketakjuban Salman akan kebesaran dan keagungan Tuhan, Allah SWT yang menciptakan, memberikan dan menitipkan keindahan dunia di bumi Indonesia melalui Sukabumi.

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.