Belajar Ikhlas

Assalamu’alaikum..

Di Sabtu siang ini tiba-tiba saya gatel banget pengen nulis karena beberapa saat yang lalu saat saya lagi di perjalanan motor sepulang dari kontakan atau kos AILA Residence Depok saya pikiran saya terbesit akan sesuatu yang kiranya sepele tapi sebenarnya kalau di pikir-pikir sih itu bisa menjadi sesuatu yang krusial.

Itulah dia sebuah kata yang bernama “Ikhlas” ataupun keikhlasan yang ingin saya singgung dalam tulisan di siang hari ini. Sekedar ingin sharing saja tentang pengalaman yang baru saya alami beberapa saat yang lalu.

Jadi waktu kemarin saya sudah sempat merencanakan sesuatu untuk hari ini dan saat itu saya ingin sekali sesuatu yang saya rencanakan itu terlaksana dan harus benar-benar terealisasi, namun pada kenyataannya harapan berbanding terbalik dengan kenyataan, apa yang saya sudah rencanakan ternyata tidak sama sekali terealisasi karena adanya sesuatu yang tak terduga, hingga pada akhirnya rasa penyesalan pun timbul tenggelam di dalam hati.

Saya pun mulai berpikir ketika harapan yang saya inginkan tak sesuai dengan kenyataan, apakah salah dengan sikap saya yang terlalu menyesali sesuatu yang memang sejatinya semuanya sudah diatur oleh Allah sekalipun itu sudah kita rencanakan dengan matang dan penuh perhitungan?

Seketika itu saya mulai disadarkan akan pentingnya arti sebuah keikhlasan dalam perjalanan hidup yang sedang saya alami ini ketika saya mulai menyesali dan seakan tidak menerima suatu keputusan, ketentuan atau jalan yang telah Allah berikan.

Ikhlas seperti telah saya singgung di atas memanglah sesuatu yang terkesan sepele namun pada prakteknya ikhlas terkadang sulit untuk dijalani dan diterapkan dalam berkehidupan.

Ikhlas sendiri kadang memang sulit dimengerti karena secara teori tidak ada pelajaran atau pendidikan formal yang khusus membahas tentang materi ataupun teori mendalam tentang keikhlasan.

Ikhlas bisa didapat ketika kita sudah merelakan segala sesuatunya kembali / diserahkan kepada Allah.

Dan dari apa yang telah saya alami ini saya percaya kalau Allah punya jalan terbaik bagi hambaNya walaupun Allah tidak ataupun belum memberikan jalan untuk suatu hal yang kita inginkan atau yang sudah kita rencanakan karena Allah maha mendengar dan maha tahu ketimbang kita manusia dengan segala keterbarasannya.

Hikmah yang bisa didapat dari apa yang saya alami ini adalah ketika timbul rasa penyesalan yang amat dalam akan sesuatu yang tak sesuai dengan harapan kita, maka ilmu ikhlas atau keikhlasan akan sangat berperan pada sesuatu yang sedang kita alami. Contoh nyata yang mungkin dapat terasa adalah ikhlas dapat mendamaikan hati kita yang sedang bergejolak karena rasa kesal.

Kalau memang jalannya sudah begitu masa kita mau gak menerimanya dengan ikhlas sih?

Semoga kita tidak pernah berhenti untuk belajar ikhlas dan semoga kita tetap merealisasikan keihklasan dalam kehidupan kita, Amin 🙂

Terimakasih, Wassalam.

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

2 comments to “Belajar Ikhlas”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. mawi wijna - 11 July 2015 Reply

    Bulan Ramadhan penuh berkah, Allah masih mengingatkan kita akan arti dari sebuah keikhlasan 😀

    • rizqishambu - 12 July 2015 Reply

      Insya Allah ya mas rasa ke”ikhlas”an selalu menyertai kita, amin 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.