Cerita Anak Ayam

Minggu / pekan ini saya telah berhasil mengabadikan momen yang menurut saya cukup menarik. Itulah dia, seekor anak ayam yang baru saja menetas dari telur nya setelah kurun waktu yang cukup lama dierami oleh induknya. Tepatnya kejadian menarik, unik dan langka ini terjadi pada hari Minggu lalu.

Sungguh suatu hal yang luar biasa dimana hal / momen ini sangat nihil dan nggak mungkin sekali diciptakan oleh manusia. Berkat kebesaran Allah lah, anak ayam ini dapat lahir ke bumi agar dapat menjadi hewan yang sekiranya dapat mewarnai bumi dan menjadikan bumi ini menjadi lebih indah dengan suara kokokannya setiap pagi yang mungkin nggak terlalu merdu di dengar di telinga sebagian manusia, Subhanallah 🙂 .

Saya sendiri sih nggak tahu ya jenis kelamin dari anak ayam ini, soalnya kalau jenis kelamin ayam kan memang sulit di terka dan diraba oleh orang awam. Hanya orang yang ahli lah yang bisa langsung tahu jenis kelamin ayam waktu baru menetas dari telur.

Memelihara ayam memang agaknya dapat memberikan sedikit hiburan bagi saya dan orang lain yang juga turut memlihara ketika beberapa momen menarik mengenai ayam yang kita pelihara. Walau sebenarnya ini ibu saya yang mau memelihara ayam, kalau saya awalnya nggak suka pelihara ayam karena kalau nggak dikandangi kotoran ayamnya bisa kemana – mana, tapi ya lama – lama suka dan terbiasa juga sih memelihara ayam.

Si ayam tadinya ada sepasang, betina sama jantan (Jago). Tapi si jagonya lepas, menghilang entah kemana karena nggak dikandangi. Entahlah si jago bisa kabur begitu saja. Jangan – jangan si jagonya galau tuh karena selama si betina ngeremin telurnya, si jago nya nggak pernah diberi perhatian yang lebih seperti ayam yang sedang dimabuk asmara pada umumnya sehingga si jago lebih memilih mencari betina lain di luaran sana yang lebih perhatian dengan jalan kabur / minggat tanpa meninggalkan jejak, hahaha.. sebegitu kompleksnya kehidupan asmara si ayam betina dan jantan, wkkwkwk…

Harapan saya dengan lahirnya anak ayam ini selaku pemilik / pemeliharanya, semoga anak ayam ini kalau sudah besar bisa belajar dari sang induk dalam membina hubungan asmara antar sesama ayam agar kejadian yang sama nggak terulang lagi di masa hadapan, hahahaha..

Udah aaahhh, makin lama saya makin ngawur ngomongin soal ayam, cukup sekian dulu yaa. Nantikan terus yaa update mengenai rubrik Photo of The Week dan tulisan / postingan menarik lainnya dari blog ini dengan men-subscribe blognya dan jangan ragu untuk follow twitter saya yaa @shambuimaji.. Terimakasih, salam 😀

Rizqi shambu

Muhammad Rizqi also know as "shambu." Graphic designer, photographer, video editor, creativepreneur & blogger / writer since 2011, based in Depok, West Java, Indonesia.

9 comments to “Cerita Anak Ayam”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. sengmangan - 6 March 2015 Reply

    salam kenal kunjung balik ya om

    • rizqishambu - 6 March 2015 Reply

      Siap sudah saya kunjungi kok om.. Makasih sudah berkunjung 🙂

  2. Susindra - 7 March 2015 Reply

    Anak ayam kok dilamunkan sih? hihihi

    • rizqishambu - 13 March 2015 Reply

      Iya tuh mbak, disitu kadang saya merasa sedih, haha.. Makasih sudah berkunjung mbak 🙂

  3. whizisme - 14 March 2015 Reply

    wah ternyata blogmu baru ya Mbu, makin ngehits aja

    • rizqishambu - 16 March 2015 Reply

      Iyaa nih mas blognya baru seumur jagung rebus, haha.. Makasih sudah berkunjung ya mas Whiz 🙂

  4. Adi - 17 March 2015 Reply

    Anak ayam, smg kau menjadi anak ayam yang mampu membuat bundamu bangga ya. #eh

    • rizqishambu - 18 March 2015 Reply

      Semoga anak ayamnya gak mengecewakan bundanya ya mas, hihihi.. Makasih sudah berkunjung mas 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.